Sabtu, 29 Juni 2013

WAWALI: KREDO TORANG SAMUA BASUDARA MEMBANGUN KEHIDUPAN.




Wakil Walikota Manado, Harley Alfredo Benfica Mangindaan, SE, MSM bersama Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo, Freddy H.Tulung dan Sosiolog UI, Prof. Dr. Paulus Wiratomo menjadi nara sumber dalam dialog yang bertajuk Membangun Karakter Bangsa Dalam Semangat Torang Samua Basudara yang disiarkan secara life oleh TVRI publik Sulut. Menurut Wawali, perbedaan adalah anugerah dari Tuhan, bukan pemicu konflik, tetapi kekuatan yang mempersatukan. "Kita harus menerima atau memahami siapa pun yang berbeda dengan kita. Komunikasi yang intens dan baik pasti akan mengubah pemikiran yang sempit dan sikap primordialisme yang tidak mentolerir perbedaan," kata Wawali pilihan rakyat ini. Lebih lanjut disampaikannya bahwa walaupun kota Manado dan Sulut memiliki kredo Torang Samua Basudara, namun masih ada hal-hal negatif muncul yang bertentangan dengan semangat Torang Samua Basudara. "Miras merupakan salah satu penyebab lunturnya semangat Torang Samua Basudara," ujarnya. Disampaikannya bahwa sebagai solusinya, miras Captikus akan dijadikan souvenir untuk turis sebagaimana sake di Jepang. Menurut Wawali yang enerjik ini, Manado bisa bertahan dan tetap aman di tengah konflik yang melanda sejumlah daerah di tanah air karena memaknai kredo Torang Samua Basudara bahwa di dalamnya terdapat nilai yang sangat mahal harganya, yaitu hidup rukun dan damai serta serta saling menyayangi satu sama lain walaupun berbeda. Kredo Torang Samua Basudara dimintakannya tidak hanya ada di otak kiri dan kanan, tapi harus dapat memberi nilai (value) kehidupan kepada siapa pun, termasuk kepada orang yang berbeda. "Jika ada yang beda, kita harus saling memahami," pesan Wawali yang murah senyum ini. Menurut Freddy H.Tulung revolusi informasi telah memperkuat sikap primordialisme, namun memperlemah semangat kebhinekaan. "Bangsa kita di era informasi sosial ini cenderung tidak dewasa sosial. Kita butuh kedewasaan sosial untuk menerima perbedaan, sehingga ada kebersamaan. Tak dikenal tak disayang. Untuk bisa dikenal butuh proses atau komunikasi. Warung kopi merupakan salah satu tempat membangun komunikasi yang baik," ujar Tulung. Ditambahkannya bahwa untuk saling menghargai perbedaan dibutuhkan 4 hal, yaitu: saling berinteraksi, saling mengerti, saling menghormati dan saling membangun. "Saya lihat 4 hal inilah yang ada dalam semangat Torang Samua Basudara, sehingga kota Manado dan Sulut tetap aman," kata Tulung. Dikatakannya juga bahwa potensi konflik terjadi akibat semakin menguatnya kohesif dalam kelompok, tapi melemahnya kohesif antarkelompok. Prof. Dr. Paulus Wiratomo mengatakan bahwa aspek proses, yaitu komunikasi di kota Manado dan Sulut telah berjalan dengan baik. "Di dalam kredo Torang Samua Basudara terdapat konsep pembangunan yang berbasis pada nilai, sehingga kerukunan di sini tetap terpelihara dan terjaga," ujarnya. 7***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar