Senin, 17 Juni 2013

PRILAKU ANTI LINGKUNGAN : JANGAN DI CONTOHI



Material sisa yang tidak diingikan setelah berakhirnya suatu proses atau bahasa singkatnya disebut sampah, baik sampah organik yang dapat diurai (degradable) maupun sampah anorganik yang tidak dapat terurai (undegradable) bukanlah musuh sehingga harus diasingkan atau dijauhi, tetapi dapat diolah atau didaur kembali menjadi bahan yang bernilai komersil. Sampah bermasalah karena dianggap tidak berguna dan tidak disadari manfaatnya. Manfaat sampah antara lain sampah dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman, sumber humus, dapat didaur ulang sebagai produk furnitur yang menarik, sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan rumah tangga atau industri kecil, sebagai bahan bakar untuk menjalankan pembangki listrik. Namun masyarakat pada umum menganggap sampah sebagai musuh dan barang yang tidak berguna. Sehingga pada tempat-tempat yang dilarang masih terdapat warga masyarakat yang membuang sampah dengan seenaknya. Salah satu contohnya adalah riang road yang telah dijadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) oleh warga masyarakat yang anti hidup bersih dan sehat. Berikut ini foto kendaraan/truck yang membuang sampah di ring road pada hari Rabu, 12 Juni 2013. Foto ini diperoleh dari warga yang merasa keberatan jika ring road dijadikan TPA oleh masyarakat bersikap apatis terhadap masalah kebersihan dan keindahan kota. Ia berharap agar perilaku tidak baik ini jangan ditiru. "Orang seperti ini tidak ada otak; sudah dibawa dengan oto, seharusnya langsung dibawa ke TPA Sumompo," ujarnya kesal. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar